UNIKNYA UPACARA BINATANG DI BALI

Bali sangat terkenal dengan berbagai keunikan yang terdapat di setiap sudutnya, mulai dari alam, budaya, kebiasaan masyarakat sampai pada hewan peliharaan yang terbilang khas. Dikatakan khas, yaitu dari segi cara pemeliharaan yang dilakukan oleh masyarakat di Bali.tradisi-tumpek-kandang_20160327_232621
Selain dijaga dan dipelihara seperti pada umumnya, di Bali juga terdapat satu upacara yang unik, berbeda dari yang lainnya, yaitu upacara yang di sebut “Tumpek Uye” atau “Tumpek Kandang”. Upacara ini dilaksanakan untuk keselamatan setiap binatang yang hidup, baik yang akan disembelih maupun yang dipelihara.

Hari dimana upacara keselamatan untuk binatang ini jatuh pada hari Sabtu Kliwon wuku Uye dalam kalender Bali, yaitu esok hari tanggal 30 April 2016.

Karena upacara ini berlangsung esok hari, maka biasanya persiapan sudah dilakukan dari satu hari sebelum upacara tersebut yaitu hari ini. Biasanya di setiap rumah di Bali terutama di pedesaan, para istri akan membuat sarana upacara seperti canang dan banten untuk binatang-binatang yang akan diupacarai.

Dalam hal ini umat hindu bukan menyembah binatang, melainkan memuja Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi dalam wujud “Rare Angon” atau penggembala.

tumpek-kandang

Selain untuk keselamatan binatang, upacara ini juga dilaksanakan untuk mewujudkan keselarasan dan keharmonisan kehidupan dengan alam semesta baik itu tumbuh-tumbuhan maupun binatang, karena dalam hidup ini diyakini bahwa semua jiwa makhluk hidup berasal dari Tuhan atau Sang Hyang Widhi.

Di pedesaan biasanya yang paling utama untuk diupacarai adalah sapi atau kerbau dari para peternak ataupun petani. Sebab, hewan ini sangat berguna bagi kehidupan manusia. Sapi atau kerbau memiliki peran yang sangat besar dalam membantu aktivitas agraris para petani. Sapi juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain dipakai membajak sawah, sapi juga membantu petani untuk meningkatkan kesejahteraan. Harga jualnya cukup menggiurkan, sehingga bisa dijadikan modal oleh petani untuk meningkatkan pendidikan bagi putra-putrinya dan membiayai keperluan hidup yang lain.

Demikian pula ternak yang lain seperti babi, kambing, ayam, dan itik. Bahkan babi, bagi masyarakat Hindu di Bali sering dijadikan semacam tabungan atau celengan. Ketika umat menyelenggarakan hajatan, babi tersebut dipotong atau jika kepepet uang, ternak yang sering disebut “ubuhan tatakan banyu” tersebut bisa dijual.

090616

Tidak ada yang tidak unik di Bali, contohnya saja “Tumpek Uye” ini. Jadi tunggu apa lagi? ayo ke Bali dan rasakan sensasi keunikan budaya di Pulau Bali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s