PANDAN WAR “Mekare-kare”

Mekare kare

Mekare kare or pandan leaves war is performend during the Village ngusaba ceremony every year in honor of Lord Indra ( the god of war ). Usually this ceremony held on month of June in the village of Tenganan near to Candidasa, east of Bali. The Tenganan village surround with hills, rice paddies and keep from the outside influence by a solid rock with just four entrances to the central village.

History

The history of the festival which is the most important festival for the gods and ancestor was coming from their megalithic period. To the people of Tenganan the presence of deities and ancestors is of great significant above all during the fifth month of Tenganan year, the Sasih Sambah where it is believe that the universe, the village and their religious community are renewed and given strength through the performance of extensive rites such as the pandan leaves war.
The mekare kare ceremony held at the front meeting hall in the village and usually held two days once a year. The time of the event usually around 2pm where every villagers with their custom clothing flocking to the meeting hall.
The thorny pandan leaves ties together and with a shiled made from rattan they performe a battle with each other. The ritual started by drinking palm wine and then the wine poured on a banana leaf cup. Each one get its own cup and then each one poured their wine to other banana cups where in the end disposed laterally into the ground.
After the ceremony open by elders than one by one the people of Tenganan ready face to face with pandan leaves in their right hand and a shield on their left hand. The fight will use the thorny pandan leaves to hit the opponents on their back, waist and sometimes on their neck and face. The fight did not last very long, around a minute and each one of the villagers will get their chances including kids. The whole fight last around three hours. The scar left by the fight then treated with traditional medicine usually made from saffron.
The event followed with a swinging rites which is reminiscent of old vedic swinging rites performed during the Mahabharata winter solstice celebration which entirely focus on Indra. The swinging is like a symbol of the unite between the sun and earth. From this event it is suggests that the Tenganan may be connected with an immigration from east or southeast India during Vedic times. The ceremony ended by praying together at local temple and performing a Rejang dance.

Mekotekan Tradition

Mekotekan

Bali still keep the rich tradition and culture of our ancestors are still preserved until only one such raid now. Mekotek or often called Mekotekan Munggu Village, Mengwi District, Badung Regency which still remains to this day the feast is celebrated in this Mekotek raided Kuningan Day. Prosesi followed by 12 local people of Munggu village. Mekotekan raid is a ritual that uses wood usually means the most widely used of the pulet type and played together to celebrate the victory of Dharma ( goodness ) against adharma ( evil ).

Continue reading

Bali Kite Festival – Indahnya langit di Bali, dihiasi berpuluh puluh Layangan.

Bali Kite Festival atau Festival layang layang tersebut merupakan suatu kegiatan masyarakat Bali yang diadakan rutin setiap tahunnya, terutama pada musim anging kencang sekitar bulan Juli hingga Agustus. Festival tersebut hanya bisa diselenggarakan pada musim angin kencang saja, dikarenakan komponen utama yang perlu dipertimbangkan untuk menggerakkan layang-layang seperti contoh kekencangan angin sebagai pendorong untuk naiknya layang-layang tersebut.4067f43ec6f96e2e78249ccd1150427e.jpg

Continue reading

Sukses!! Perhelatan Sanur Village Festival yang ke XI

Sanur Village Festival 2016 yang berlangsung pada tgl 24-28 Agustus di Maisonette Area Inna Grand Bali Beach, kawasan Pantai Sanur, Bali merupakan perhelatan yang ke 11 kalinya bagi SVF. Kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya ini bertujuan untuk membantu mendatangkan banyak turis ke Tanah Air Kali ini , Festival tahun ini mengusung tema mengenai Tat Twam Asi, yang bermula dari pemakaian filosofi kandungan ajaran Hindu tentang ‘aku adalah engkau, engkau adalah aku’.

Continue reading

Ayo!!! Datang ke Pesona Budaya Mertasari!!!

Yuhuu… ayo liburan ke Bali lagi… bagi anda yang pernah berlibur di Bali tentunya sudah mengetahui apa saja yang menarik dari Pulau Dewata ini bukan? Dan bagi anda yang belum pernah datang ke Bali, alangkah baiknya anda segera merencanakan liburan anda berikutnya ke Bali. Mengapa Bali? Karena selain anda bisa menikmati keunikan Pulau Dewata dari tempat-tempat yang sudah umum dikunjungi wisatawan, anda juga bisa menikmati berbagai pertunjukan budaya dari pementasan yang luar biasa.

pic1

Continue reading

Kesan Manis dari Papua Nugini

Rahajeng siang dari Bali travelers! Apa kabar anda hari ini? Sudah siap untuk menjelajah nusantara lagi? tidak hanya di Bali yang menyediakan berbagai hal menarik yang akan memanjakan mata dan hati traveler sekalian, banyak tempat di Indonesia yang dapat dikunjungi dan diabadikan keindahannya di waktu anda menghabiskan liburan. Berlibur sendiri, bersama teman, keluarga ataupun pasangan, anda tetap akan merasakan keindahan yang tak ada duanya di Indonesia.

Continue reading

PULAU BALI DENGAN BANYAK NAMA

Tahukah anda apa saja nama julukan yang diberikan untuk pulau Bali? Ya banyak sekali sebutan yang diberikan kepada pulau Bali ini, baik dari wisatawan lokal ataupun wisatawan asing. Beberapa diantaranya adalah Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura, The Island Of God dan Pulau Cinta. Pemberian julukan ini bukanlah tanpa alasan, karena di balik nama julukan tersebut menyimpan makna yang berasal dari masyarakat maupun dari budaya dan kehidupan di Bali.

bali-baby-hire

Continue reading

THE SUKARNO CENTER BALI

Siapa yang tidak kenal dengan presiden pertama Republik Indonesia? Ya beliau adalah Ir.Soekarno yang memulai pemerintahan Indonesia dengan segala pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Banyak sejarah tentang presiden pertama ini yang secara jelas dapat dilihat maupun diingat oleh bangsa Indonesia. Mulai dari peninggalan sampai kepada pemerintahan yang berbeda dari yang lainnya. Sejarah dan peninggalan beliau tersebar di seluruh nusantara. Salah satunya adalah di pulau Bali.

Continue reading